Tabir dan Nyawa
Sebentar, sebentar lagi. Tak 'kan lama lagi. Mungkin?
Bukan, tapi pasti! Hanya waktu.
Udara itu tabir. Ternyata, sungguh! Kulihat pernah ia menguak, seperti helai depan pandang seluruh. Seketika belah; kiri masih ini kehidupan, kanan terhampar remang kejauhan.
Ada sekelebat 'tangan' menyibak, jemarinya hampir merangkum bulat bumi. Raut wajah samar melintasi tabir. Ia menatap, menerpa takut kagumku.